Penyakit Lupus Merupakan Penyakit Autoimun Yang Dapat Terjadi Akibat Brainly

0/5 No votes

Report this app

Description

Penyakit Lupus Merupakan Penyakit Autoimun Yang Dapat Terjadi Akibat Brainly – Lupus adalah penyakit autoimun sistemik dengan berbagai tanda dan gejala klinis. Penyakit ini ditandai dengan episodik (terjadi) inflamasi (peradangan) yang meluas pada pembuluh darah dan jaringan tubuh. Penyebab pasti dari lupus tidak diketahui. Kombinasi faktor genetik dan lingkungan adalah penyebab penyakit yang paling dicurigai. Paparan sinar matahari, penyakit menular, dan zat tertentu disebut-sebut sebagai pemicu munculnya gejala lupus.

90% penderita lupus adalah wanita, dan usia puncaknya adalah antara 16-59 tahun. dr. Dari informasi pasien lupus anak yang berkunjung ke Yogyakarta, ada 138 pasien dari Januari 2013 hingga Oktober 2019. Sebagian besar pasien yang didiagnosis adalah anak perempuan berusia 14 tahun.

Penyakit Lupus Merupakan Penyakit Autoimun Yang Dapat Terjadi Akibat Brainly

Lupus disebut penyakit seribu wajah karena gejalanya yang melibatkan banyak bagian tubuh. Gejala sistemik yang umum termasuk demam kronis (suhu > 38°C), mudah lelah, gangguan makan, penurunan berat badan yang parah, dan rambut rontok.

Penyakit Lupus Merupakan Penyakit Autoimun Yang Dapat Terjadi Akibat?

Langkah selanjutnya dalam menegakkan diagnosis ini adalah melakukan beberapa tes pendukung, seperti antibodi ANA (antinuklear) dan anti-ds-DNA (anti-double-stranded DNA), yang dimunculkan pada pasien lupus.

Berbagai macam gejala dan tanda lupus terkadang sulit dikenali dan menunda diagnosis. SALURI (Cek Lupus Sendiri), dapat diakses di website Kementerian Kesehatan (http://www.p2ptm.kemenkes.go.id) memiliki 11 pertanyaan, apa yang harus dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini sejak awal. Jika 4 dari 11 pertanyaan cocok dengan kondisi putra atau putri Anda, hubungi Klinik Alergi Imunologi Anak atau Dr. Hubungi Pusat Lupus (SLC) RSUP. Sampai saat ini, Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau Lupus seperti yang diketahui adalah penyakit autoimun yang benar-benar mengerikan. Juga dikenal sebagai “seribu mulut”, penyakit ini sering menyerang jantung, hati, paru-paru, ginjal dan organ vital lainnya dari berbagai bagian tubuh seseorang.

Autoimunitas adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai bakteri, kuman, dan penyakit, justru menyerang atau merusak organ tubuh. Ginjal, hati, jantung, paru-paru dan bagian tubuh lainnya bisa diserang. Dari kepala sampai kaki. Sementara itu, SLE atau lupus adalah salah satu penyakit autoimun yang paling umum.

Autoimunitas dapat disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor keturunan atau genetik, faktor lingkungan hingga faktor infeksi sebelumnya yang mungkin pernah dialami pada masa kanak-kanak.

Apa Dan Bagaimana Penyakit Lupus

Lupus adalah jenis penyakit autoimun, juga dikenal sebagai “seribu wajah”. Ini karena gejalanya sangat berbeda. Sangat mungkin bahwa seseorang dengan lupus akan datang ke rumah sakit atau fasilitas perawatan kesehatan lainnya dengan kondisi yang hanya mempengaruhi satu bagian dari organ, seperti jantung, ginjal, atau hati.

Untuk memastikan apakah seseorang memiliki kondisi autoimun, diperlukan pengujian yang cermat dan menyeluruh. Namun, ada beberapa gejala awal yang bisa menjadi pertanda. Antara lain sensitif dan tidak nyaman di bawah sinar matahari. Bahkan, mereka enggan untuk melihat matahari atau terkena sinar matahari, sehingga mereka mengalami sesak napas saat terkena sinar matahari.

Gejala lain yang sering dialami penderita lupus adalah malar, atau kulit merah di pipi kanan dan kiri. Kemudian muncul bintik-bintik merah atau coklat di sekujur tubuh. Saya sering mengalami asam urat berupa sariawan dan nyeri, sehingga saya sering mengalami lemas, pusing dan rambut rontok.

Begitu lupus mulai menyerang organ dalam seseorang, seperti jantung atau paru-paru, penderita biasanya mengalami berbagai gejala seperti sesak napas. Jika ginjal diserang, urin akan berbusa, sering pusing dan banyak gejala lainnya.

Pemeriksaan Apa Saja Yang Dibutuhkan Untuk Mendiagnosis Les ?

Ada beberapa langkah untuk menguji apakah seseorang mengidap lupus. Tes ini berkisar dari tes antibodi antinuklear awal dan tes anti-dsDNA hingga tes komplemen C3 dan C4 dan sangat mahal.

Seperti penyakit lainnya, pasien lupus dibagi menjadi tiga kategori. yaitu ringan, sedang dan berat. Pasien dengan penyakit lupus yang parah, serangan pernapasan, bahkan yang tidak sadar, harus dirawat di rumah sakit secara intensif. Penderita lupus berat harus diberikan obat sebagai infus.

Obat-obatan yang biasa diberikan kepada penderita lupus adalah imunosupresan. Obat ini bekerja untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Tujuannya adalah untuk mengontrol atau mengurangi invasi organ. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh penderita lupus terlalu kuat dan lemah, sehingga menyerang tubuh itu sendiri.

Tetapi memberikan imunosupresan untuk menekan atau memblokir sistem kekebalan yang terlalu aktif tentu memiliki risiko. Salah satunya dapat membuat pasien rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, pengobatan dengan imunosupresan harus dikurangi atau dikurangi secara bertahap untuk meminimalkan risiko ini.

Apa Itu Penyakit Lupus?

Pasien lupus yang telah menerima terapi imunosupresif harus selalu berhati-hati karena mereka juga rentan terhadap infeksi. Misalnya, jika Anda sedang pilek, Anda tidak perlu antibiotik, jadi Anda perlu mempertimbangkan perlunya minum antibiotik sejak awal.

Mengingat kebutuhan akan pengujian yang sistematis, komprehensif dan mahal untuk mengatasi autoimunitas, sangat disarankan agar seseorang memperoleh atau berpartisipasi dalam program asuransi kesehatan seperti BPJS sejak awal.

Perlu juga dicatat bahwa penyakit autoimun sering menyerang wanita yang lebih tua. Data menunjukkan bahwa lupus mempengaruhi 80 hingga 85 persen wanita. Sementara laki-laki hanya 15-20 persen.

Wanita lebih rentan terkena lupus karena mereka memiliki kadar hormon estrogen yang lebih tinggi daripada pria. Terutama bagi wanita yang sedang menstruasi. Wanita hamil dan mereka yang mengalami lonjakan hormon berisiko lebih tinggi terkena lupus.

Diagnosis Lupus, Penyakit Dengan Gejala Yang Sulit Dikenali

Tetapi semakin tua seseorang, semakin kecil kemungkinan mereka terkena lupus. Ini sesuai dengan penurunan kadar hormon estrogen dalam tubuh. Lupus adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang merusak sel-sel tubuh dan menyebabkan peradangan.

Sederhananya, lupus adalah suatu kondisi di mana tubuh memproduksi terlalu banyak antibodi. Dalam keadaan normal, antibodi bekerja untuk melindungi tubuh dari berbagai zat asing penyebab penyakit. Namun pada penderita lupus, antibodi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri. Oleh karena itu, Odapus rentan terhadap penyakit menular dan inflamasi – di mana antibodi menyerang sel-sel sehat. Jenis-jenis Lupus

Menurut American College of Rheumatology, beberapa tanda dan gejala Odapus yang paling umum meliputi:

Nyeri sendi Sendi bengkak Bisul mulut atau hidung yang tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan. Darah atau bahkan protein dalam urin (proteinuria) Berbagai ruam kulit Rambut rontok Demam Sembelit Sakit dada dan sesak napas akibat radang paru-paru

Pdf) Karakteristik Klinis Lupus Eritematosus Sistemik Pada Anak

Faktanya, sampai saat ini penyebab SLE masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa faktor genetik dan lingkungan meningkatkan risiko terkena SLE.

Orang yang sering terpapar sinar matahari, tinggal di lingkungan yang terkontaminasi virus, atau sering mengalami stres lebih mungkin terkena penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga diduga menjadi bagian dari penyebab SLE. SLE adalah penyakit yang lebih umum pada wanita daripada pria. Wanita lebih cenderung memiliki gejala lupus yang memburuk selama kehamilan dan menstruasi. Nah, para ahli percaya bahwa hormon estrogen wanita berperan dalam menyebabkan SLE. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan teori ini. Penyakit autoimun ini memang tidak banyak dibicarakan di media. Masih ingatkah Anda dengan beberapa public figure internasional penderita lupus seperti Selena Gomez, Kristen Johnston, Toni Braxton, Shannon Box dan Nick Cannon? Ternyata, banyak orang normal yang terkena lupus.

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang bagian tubuh mana pun. Ketika seseorang menderita lupus, sistem kekebalannya tidak dapat membedakan antara “penyerbu asing” dan sel-sel tubuh sendiri. Akibatnya, sistem kekebalan menghancurkan jaringan sehat. Menurut Lupus Foundation of America, 1,5 miliar orang di Amerika Serikat menderita lupus. Menurut mereka, orang-orang keturunan Asia, Afrika, dan penduduk asli Amerika lebih mungkin terkena penyakit ini daripada orang bule. Bagi Anda yang belum memahami penyakit ini, kali ini Bintang.com akan membahas tujuh fakta tentang lupus.

Penyakit ini memiliki banyak gejala. Karena lupus dapat menyerang bagian tubuh mana pun, penderita lupus dapat mengalami berbagai gejala. Banyak penderita lupus awalnya mengalami sakit kepala, nyeri otot, dll. Namun bedanya dengan penyakit lain adalah Anda akan mengalami rasa sakit yang luar biasa. Namun ada gejala lain yang mengindikasikan penyakit ini; Ruam berbentuk kupu-kupu di batang hidung. Meskipun tidak semua orang dengan lupus memiliki tanda ini, ruam ini adalah gejala yang paling jelas.

Fakta Seputar Penyakit Lupus Yang Menarik Untuk Diketahui

Butuh waktu lama bagi seseorang untuk didiagnosis mengidap lupus. Anda mungkin terkejut karena waktu yang dibutuhkan untuk mendiagnosis penyakit ini sangat lama. Kebanyakan dokter membutuhkan waktu lima tahun untuk mendiagnosis pasien lupus! Hal ini disebabkan oleh berbagai macam gejala lupus.

Lupus dapat menyerang beberapa sistem di dalam tubuh. Ini juga spesifik untuk penyakit autoimun. Lupus dapat menyerang beberapa sistem di dalam tubuh. Namun, ada bagian tubuh tertentu yang paling terkena penyakit ini; Peradangan pada jantung dan paru-paru. Selain itu, ginjal sering menjadi sasaran empuk penyakit ini. Lupus yang menyerang ginjal disebut lupus nephritis, yang menyebabkan ginjal membengkak dan tidak mencuci darah dengan baik. Ternyata, lupus juga bisa menyerang kulit. Sistem tubuh lain yang dapat terkena lupus antara lain sistem saraf, sistem reproduksi, sistem muskuloskeletal, dan sistem pencernaan.

Kain yang digunakan harus kuat. Penyakit ini sangat kuat dan membutuhkan obat kuat untuk mengobatinya.

Lupus merupakan penyakit autoimun yang terjadi akibat, penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan, lupus merupakan penyakit autoimunitas yang terjadi akibat brainly, penyakit kulit akibat autoimun, wasir merupakan gangguan yang terjadi pada organ, penyakit lupus autoimun, lupus merupakan penyakit autoimunitas yang terjadi karena, penyakit autoimun terjadi karena, penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan oleh, penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat terjadi akibat, penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang dapat terjadi akibat antibodi menyerang, penyakit autoimun merupakan penyakit yang disebabkan karena

Comments closed.

Facebook comments